jodoh itu unik

21 Oct

Jodoh Itu Unik

Kisah nyata dari blog seseorang

Tiga hari yang lalu, kami kedatangan tamu, ibu berusia 68 tahun. Ketika itu adik lelakiku yang mempersilahkan masuk, dan berbincang dengannya. Rupanya kedatangan ibu itu ingin mengundang bapak sebagai penasehat pernikahannya pada hari ini.

Malam harinya adik lelakiku menyampaikan pesan ibu yang berkunjung siang tadi,

” Pak, tadi siang ada tamu, itu bu  …. (ga perlu ku sebutin namanya, hehehe), kamis besok ini bu …. pengen nikah lagi, jadi bapak disuruh menjadi penasehat pernikahannya“.

Bapak yang sedang menyantap makan malamnya, langsung kaget,

“coba tolong ceritakan lagi, yang nikah itu anaknya atau ibu … ?”.

Adik lelakiku menyahuti,

“bapak ini menyimak tidak omonganku tadi? kan udah ku bilang ibu … pak yang mau nikah lagi, hehehe, aku aja heran”.

Aku yang saat itu ada hanya berkomentar ringan, lucu juga ya mau nikah lagi, hehehe.

Hari ini, tepat jam 08.45 bapak sudah rapih, karena akan memberikan nasihat pernikahan di musolah dekat rumah kami, rumahnya bu …  itu sangat dekat dengan rumah ka ella (ruang hati), kira-kira kakak tau ga ya? hehehe.

Rasa penasaranku tak tertahankan, baru tadi aku menghubungi bapakku untuk menceritakan suasana pernikahan ibu … dan calonnya yang berusia 73 tahun, tepat jam sembilan tadi akad nikah dimulai, pernikahan dilaksanakan secara sederhana, hanya keluarga, kerabat dan ibu-ibu pengajian yang hadir.

Subhanallah… begitulah Allah jika akan berkehendak, jodoh itu unik, dia datang disaat umur kedua pasangan tersebut tidak muda lagi. Peristiwa tadi mungkin bisa dianggap langka, karena sebagian tetangga dan masyarakat sekitar yang tahu malah banyak menjadi perbincangan hangat, sampai ada yang bilang “udah tua, bau tanah, masih doyan”.

Astagfirullah… manusia, oh manusia, mengapa kadang mulut mu itu lebih tajam dari pedang? Apakah salah kalu ibu…  menikah lagi? Bukankah ini justru tanda kebesaran Allah, bahwa setiap makhluk dimuka bumi ini berhak merasa kan cinta dan dicinta.

Secara raga mungkin ibu tersebut tidak lagi butuh, tapi secara batin siapa yang tahu? apakah cinta hanya milik remaja? milik orang dewasa? sementara yang tua tidak berhak memperolehnya? aku yakin semua butuh itu tak terkecuali. Aku bangga dengan anak-anaknya atau bahkan cucunya yang memperbolehkan ibu atau neneknya menikah lagi, ibu itu mungkin sudah biasa berbagi dengan mempunyai anak dan cucu, tapi akan terasa beda  jika berbagi dengan pasangan yang hari ini sah menjadi suaminya. Mempunyai pasangan yang sah dimata hukum dan agama yang dianut itu sangat menyenangkan, bisa dijadikan tempat sandaran, tempat berbagi, berkeluh kesah, berdiskusi, ah banyak hal yang bisa dirasakan.

Selamat untuk ibu … semoga menjadi pernikahan yang sakinah, mawadah, warohmah, amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: